Sebagai bagian dari mekanisme pendanaan Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria (GFATM), setiap negara yang mendapatkan dana hibah dan dukungan teknis dari GFATM diwajibkan mendirikan sebuah badan koordinasi multi-sektoral yang bersifat nasional.

Hal tersebut mendasari dibentuknya Country Coordinating Mechanism (CCM) Indonesia pada tahun 2002. Badan perwakilan nasional multi-sektor ini bertugas sebagai sumber dari seluruh proposal yang diajukan ke GFATM berdasarkan prioritas yang diperlukan di tingkat nasional, serta melakukan fungsi pengawasan bagi dana hibah yang telah diberikan.

Untuk setiap dana hibah yang diterima, CCM menominasikan satu/lebih organisasi publik/swasta untuk menjadi penerima dana hibah (Principle Recipient) dari GFATM.