Pengawasan Dana Hibah

 

Pengawasan adalah merupakan fungsi utama dari CCM Indonesia, yang terdiri dari satu set kegiatan yang terkoordinasi yang dilakukan untuk memastikan bahwa implementasi dana hibah berjalan seperti direncanakan, serta permasalahan dan hambatan dalam implementasi dana hibah dapat teridentifikasi dan dicarikan solusinya.

 

Prinsip Pengawasan Dana Hibah CCM Indonesia

  1. Pengawasan dana hibah adalah tanggungjawab nasional.
  2. Pengawasan dana hibah berbeda dengan monitoring dan evaluasi. Pengawasan dana hibah fokus terhadap ‘gambaran besar’ dari implementasi dana hibah, sementara monitoring evaluasi fokus kepada aktifitas rinci dari program implementasi dana hibah dan merupakan tanggungjawab badan pelaksana lainnya.
  3. Pengawasan dana hibah berfokus kepada area kunci, dan mengacu kepada pertanyaan yang merupakan inti dari implementasi dana hibah yang efektif, seperti: di mana dana yang diterima, di mana obat, pasokan dan peralatan medis disimpan, apakah Sub Recipients (SR) menerima sumberdaya serta bantuan teknis yang dibutuhkan, apakah dana hibah diimplementasikan sesuai dengan rencana, apa permasalahan yang ada serta bagaimana menyiasatinya, apakah perlu dilakukan pemrograman ulang, apakah hasil kegiatan mencapai target yang ditetapkan.
  4. Pengawasan dana hibah adalah proses yang menyerupai siklus.

 

Peranan dan Tanggungjawab dalam Fungsi Pengawasan di CCM

  1. CCM Plenary adalah pengambil keputusan tertinggi di CCM Indonesia terkait aktivitas pengawasan dana dari Global Fund. CCM dapat melaksanakan Field Oversight Visit (FOV) untuk mengetahui lebih jauh mengenai implementasi dana hibah yang dilakukan. FOV dapat dilakukan sebagai FOV ‘general’ atau ‘investigatif’. Informasi lebih lanjut mengenai FOV dapat dilihat di page CCM Field Oversight Visit dan TWG Field Oversight Visit.
  2. Technical Working Groups (TWGs) bertanggungjawab melakukan pengawasan utama di garis depan untuk dana hibah Global Fund yang masih aktif di Indonesia. TWG melapor kepada CCM Plenary dan berkoordinasi secara intensif dengan Oversight Committee.
  3. Oversight Committee (OC) adalah dewan penasihat CCM Plenary dan memegang tanggungjawab sekunder dalam pengawasan dana hibah. OC memiliki kewenangan untuk menanggapi permasalahan darurat terkait Global Fund yang timbul dan tidak dapat menunggu Plenary untuk bersidang, menindaklanjuti keputusan yang diambil. Semua keputusan yang diambil oleh OC akan dipresentasikan, didiskusikan dan disahkan atau dilakukan pada meeting plenary selanjutnya.
  4. CCM Secretariat mendukung seluruh kegiatan pengawasan dana hibah yang diperlukan, dalam menjalankan fungsinya sebagai pendukung kegiatan CCM.

 

Kegiatan Pengawasan Dana Hibah

  1. Pengumpulan Informasi, adalah landasan dari semua aktifitas pengawasan dana hibah. Tanpa informasi yang baik, CCM tidak dapat memobilisi serta merespon isu, permasalahan atau hambatan yang ada.
  2. Analisa Informasi, Informasi yang terkumpul harus dianalisa untuk mengidentifikasi keberhasilan, tantangan, permasalahan serta hambatan yang terjadi.
  3. Pelaksanaan, Begitu permasalahan dan hambatan teridentifikasi serta dipahami, CCM harus mengambil keputusan untuk penanganan yang dibutuhkan. Di dalam keputusan yang diambil, harus terdapat mengenai: tindakan apa yang harus dilakukan, siapa yang bertanggungjawab, serta waktu pelaksanaannya. Keputusan yang diambil juga harus menjelaskan aktivitas yang dibutuhkan dalam rangka memperkuat pengelolaan dana hibah serta tindak lanjut untuk memastikan bahwa keputusan diimplementasikan secara efektif.
  4. Pelaporan Hasil Kegiatan. Komunikasi yang jelas dan berkala antara seluruh pemangku kepentingan yang terlibat amatlah penting untuk memastikan implementasi dana hibah berjalan dengan baik.