DANA HIBAH TUBERCULOSIS (TB)

Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai negara dengan kasus TB tertinggi di dunia untuk beberapa tahun belakangan, namun menurut laporan global WHO 2009, Indonesia bergerak menjadi peringkat kelima yang dapat dikategorikan sebagai capaian besar dalam kesehatan. Hal ini dapat tercapai sebagian atas dukungan dari Global Fund yang sejak tahun 2003 hingga 2014 telah memberikan dana hibah sebesar US$242.632.986 untuk menanggulangi TB di Indonesia. Tujuan diberikannya dana hibah ini adalah untuk menurunkan angka kematian karena TB, serta untuk memutuskan mata rantai penyebarannya sehingga TB tidak lagi menjadi salah satu masalah kesehatan umum di Indonesia.

Inisiatif yang dilakukan program ini termasuk untuk mempromosikan DOTS, membentuk sistem manajemen ditingkat provinsi dan kabupaten/kota, meningkatkan kapasitas petugas kesehatan dalam mengimplementasikan DOTS, bekerja sama dengan profesional dan NGO dalam mengenalkan DOTS di rumah sakit, klinik paru dan praktek dokter swasta, ekspansi dan peningkatan DOTS, mengatasi tantangan TB MDR, pelayanan co-infeksi TB HIV juga untuk pengawasan standar nasional bagi infeksi ini, penguatan kader TB dan kampanye di media.

 

Program tersebut diimplementasikan oleh tiga institusi berikut sebagai penerima dana hibah/Principle Recipient (PR)  Global Fund untuk TB di Indonesia, yaitu sebagai berikut:

  1. Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) – Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Kementerian Kesehatan RI
  2. Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (FKMUI)
  3. Aisyiyah

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai dana hibah Global Fund untuk TB dapat dilihat di sini

Untuk informasi lebih lanjut mengenai implementi dana hibah yang dilakukan para PR dapat dilihat di:

P2ML

FKMUI

Aisyiyah