DANA HIBAH HIV AIDS

Pada tahun 2005, terdapat sekitar 193.000 penduduk dewasa Indonesia yang hidup dengan AIDS dengan angka prevalensi sekitar 0,1%. Namun begitu, penyakit ini menyebar hanya di populasi beresiko tinggi dan tidak di masyarakat pada umumnya. Dalam usaha pencegahan AIDS di Indonesia, Global Fund ikut berkontribusi dengan memberikan dana hibah sebesar US$237.157.082 sejak tahun 2003 hingga 2014 ini. Program yang dilakukan berfokus kepada provinsi dengan angka prevalensi tertinggi di Indonesia, di mana pada umumnya HIV tertular melalui penasun (pengguna narkoba suntik), perilaku seks tidak bertanggungjawab, pekerja seks dan industri yang karyawannya rentan menjadi pemakai jasa pekerja seks. Inisiatif dari program ini termasuk diantaranya adalah: pemberian obat ART, pencegahan penularan HIV AIDS dari ibu hamil terhadap bayi yang dikandungnya, pembangunan VCT (yang pada tahun 2003 belum ada sama sekali), training petugas kesehatan, distribusi kondom, edukasi bagi publik dan populasi beresiko tinggi mengenai pencegahan HIV melalui peer outreach, program sosialisasi di sekolah & media massa, riset bagi peranan sirkumsisi terhadap HIV, kerjasama sektor swasta dan CSO dalam memperluas jaringan pelayanan HIV AIDS, serta pelayanan co-infeksi TB HIV.

Para Principle Recipient (PR) yang bertugas sebagai implementor bagi dana hibah diatas adalah:

  1. Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) – Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Kementerian Kesehatan RI
  2. Komisi Nasional AIDS Indonesia (KPAN)
  3. Nahdlatul Ulama (NU)
  4. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)

Untuk informasi lebih lanjut mengenai dana hibah Global Fund untuk AIDS di Indonesia dapat dilihat di sini

Untuk informasi lebih lanjut mengenai implementasi dana hibah oleh para Principle Recipient (PR) dapat dilihat di:

P2ML

KPAN

NU

PKBI