Dana Hibah Global Fund untuk Indonesia

The Global Fund to Fight AIDS, TB and Malaria (GFATM) mendukung usaha Indonesia dalam menanggulagi AIDS, tuberculosis dan malaria sejak tahun 2003 melalui program bantuan dana hibah. Pada saat itu tercatat sekitar 3.900 kasus HIV AIDS, 155.000 kasus tuberkulosis dan 60.000 kasus malaria di Indonesia. Dalam perjalanannya, penguatan sistem kesehatan dianggap menjadi faktor penting yang ikut menentukan keberhasilan pemberantasan ketiga penyakit di atas, sehingga penguatan sistem kesehatan juga menjadi salah satu program yang didanai dengan dana hibah dari GFATM ini.

Pada awalnya pendanaan dari Global Fund diberikan dengan sistem ronde, namun untuk mendapatkan dampak yang lebih besar lagi bagi penanggulangan ketiga penyakit di atas, maka dirancang sebuah model pendanaan baru. Model pendanaan baru ini dibuat untuk mendapatkan gambaran lebih banyak mengenai dana yang akan diberikan, mendapatkan waktu pengajuan proposal yang lebih fleksibel lagi, dengan proses yang lebih pendek dan sederhana yang dapat meningkatkan rating kesuksesan proposal untuk diterima lebih besar lagi.

Hingga saat ini total dana hibah yang diterima oleh Indonesia untuk memerangi AIDS, tuberculosis, malaria dan penguatan sistem kesehatan adalah sebesar US$729,628,539 dengan besaran alokasi dana sebagai berikut:

                       HIV AIDS sebesar                                                          US$237,157,082

                       Tuberculosis (TB) sebesar                                          US$239,720,578

                       Malaria sebesar                                                             US$236,224,519

                       Health Systems Strengthening (HSS) sebesar           US$16,526,360

Dana hibah tersebut diimplementasikan oleh 10 institusi penerima dana yang disebut Principle Recipient (PR), dengan seorang Authorized PR  sebagai penanggungjawab program.

 

Para Principle Recipent (PR) tersebut adalah:

HIV AIDS :  
  1. Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) – Dirjen Pengendalian Penyakit & Penyehatan Lingkungan (P2PL), Kementerian Kesehatan RI
  2. Komisi Penanggulangan Aids Nasional (KPAN)
  3. Nahdlatul Ulama (NU)
  4. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)
Tuberculosis 
  1. Direktorat Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) – Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI
  2. Aisyiyah
  3. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI)
Malaria   
  1. Direktorat Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) – Dirjen Pengendalian  Penyakit & Penyehatan Lingkungan (P2PL),  Kementerian Kesehatan RI
  2. Perdhaki (Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia)
HSS 
  1. Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI

Pelaksanaan implementasi dana hibah ini akan ditinjau oleh Local Funding Agent (LFA) yang bertindak atas nama Global Fund untuk memeriksa apakah dana digunakan sesuai dengan proposal pengajuan serta memenuhi target yang ditetapkan.

Dana hibah yang diberikan Global Fund sejak tahun 2003 hingga saat ini telah menghasilkan: 34.000 penderita HIV AIDS di Indonesia menerima pengobatan ART, 1.560.000 penderita TB terdeteksi di Indonesia dan telah mendapatkan pengobatan, 10.000.000 kelambu telah didistribusikan untuk mencegah terjangkitnya malaria di Indonesia.